Ini Penyebab Mengapa Lowongan CPNS Diminati Masyarakat

admin
Ini Penyebab Mengapa Lowongan CPNS Diminati Masyarakat
Pegawai honorer mengisi soal saat mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Stadion Si Jalak Harupat

Pemerintah kembali membuka lowongan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 di 60 Kementerian/Lembaga dan satu pemerintah provinsi.

Ada 17428 formasi yang akan diterima di seluruh Indonesia. Di Lampung Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, IAIN Siwo Jurai Metro, Poltekkes Tanjungkarang dan Badan Perwakilan Keuangan Perwakilan Lampung membuka formasi.

Kementerian Kesehatan membuka formasi untuk penempatan di Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Tanjungkarang, Kementerian Agama membuka formasi dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, dan IAIN Jurai Siwo Metro.

Tiga perguruan tinggi ini setidaknya membutuhkan 31 dosen. Rincianya di UIN Raden Intan 15 orang, IAIN Jurai Siwo Metro 15 orang, dan Poltekkes Tanjungkarang satu dosen.

Sama seperti penerimaan tahap pertama di Kemenkumham dan Mahkamah Agung jumlah pelamar membeludak, pada penerimaan CPNS tahap II kali ini diperkirakan dibanjiri pelamar. Mengapa pekerjaan PNS masih digemari masyarakat?. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lampung Dr Dedi Hermawan punya penilaian.

Banyak alasan yang menjadi penyebab pencari kerja masih dominan mengincar kursi pegawai negeri sipil (PNS).Pekerjaan PNS ini terbilang primadona, karena berbagai alasan, jumlah pencari kerja yang terus meningkat, pendapatan sebagai PNS yang stabil, jaminan kesejahteraan hingga hari tua melalui uang pensiun.

Kemudian status PNS juga masih dianggap masyarakat banyak bisa menaikan status sosial mereka di lingkungan. Alasan lain bisa juga karena dari mereka untuk berkarier sebagai PNS.

"Apalagi berkarier sebagai PNS bisa dikatakan berada di zona aman, dan stabil dibanding bekerja di dunia swasta yang penuh tantangan, target serta tekanan perusahaan," kata Dedy.

Karena PNS tidak mudah diberhentikan. Jikapun mereka melakukan kesalahaan- fatal, prosesnya panjang. Beda mereka yang berkarier sebagai pegawai swasta yang rentan diberhentikan, dibebani target-target dan regulasi perusahaan yang lebih ketat.

Meskipun persaingan menjadi PNS tidaklah mudah karena formasi yang disediakan kerap tidak sebanding dengan jumah pelamar, tetapi inilah kenyataanya, PNS menjadi pilihan primadona para pencari kerja.

Para pelamar kerja tetap berupaya menjadi PNS, apapun kesempatan tetap mereka coba. Soal lulus tidaknya menjadi urusan lain.Seharusnya mindset menjadi PNS sebagai pilihan, harus diubah, dengan berkarya sebagai entrepreneur. Karena melalui entrepreneur, itu akan mampu melahirkan manusia-manusia yang berkompeten punya skill dan mampu bersaing.

Inilah yang seharusnya dilakukan pemerintah kita untuk mendorong lahirnya entrepreneur-entrepreneur. Walaupun demikian, kita tetap mengharapkan dalam proses seleksi penerimaan CPNS ini adalah komitmen dan integritas dari panitia yang harus tetap dijaga. Karena dengan proses seleksi yang selektif, transparan, tentu akan memberikan harapan birokrasi kita menjadi efektif, kompetitif, dan punya integritas.

Akan tetapi jika proses seleksi sudah dicederai dengan hal yang tidak baik, maka harapan melahirkan birokrat-birokrat yang punya integritas, punya kompetensi, itu akan sulit terwujud. (*)