Terjadi Perselisihan dalam Pemilihan Ketua RT di Kecamatan Gabek

adithan
Terjadi Perselisihan dalam Pemilihan Ketua RT di Kecamatan Gabek
Suasana Saat di Kantor Camat, Kecamatan Gabek.

Bangkaterkini.com, Pangkalpinang- Terjadinya sengketa dalam pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT), masyarakat RT 007 Kelurahan Gabek Satu, Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang melakukan musyawarah.  

Musyawarah tersebut dilakukan di kantor Camat Gabek, Rabu (22/11/2017) pasalnya dalam pemilihan RT di duga adanya kecurangan, sehingga dalam pemilihan ketua RT tersebut tidak membuahkan kepuasan masyarakat setmpat. Hanya saja dalam musyawarah tersebut berakhir dengan " Dead Lock" atau tidak mencapai kesepakatan diantara kedua belah pihak yang berselisih. 

Asisten I Bidang Pemerintah Kota Pangkalpinang, Suparyono mengatakan musyawarah ini dilaksanakan karena salah satu calon ketua RT di Kelurahan Gabek satu,  yang tidak puas atas hasil pemilihan Ketua RT yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. 

"Sebenarnya berdasarkan informasi yang kami dapatkan bahwa Tim tujuh sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang ada, dari pernyataan camat dan Bhabinkamtibmas sendiri jika dilihat dalam partisipasi sudah lebih dari 75 persen dan hal itu wajar dalam demokrasi terlebih hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 7 Tahun 2017," Jelasnya.  

Dirinya mengatakan bahwa hasil dari musyawarah yang dilakukan hari ini berkahir Dead Lock, pasalnya pihak yang kalah tidak menerima kekalahannya, sedangkan yang menang tidak mau jika pemilihan ulang dilaksanakan karena dirinya merasa terzhalimi apabila hal ini terjadi.  

" Untuk sikap sendiri kami dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terkait musyawarah ini belum bisa memutuskan, hasil ini akan tetap kita laporkan ke Walikota, dan kami bekerja berdasarkan norma dan aturan yang ada dan dikarenakan hasil musyawarah ini menemui jalan buntu, kami belum bisa memutuskannya, namun kami akan segera melaporkan hal tersebut kepada Walikota," Kata Suparyono.  

Sementara itu salah satu pihak yang bersengketa, Reni mengatakan dirinya tidak puas atas musyawarah yang dilakukan hari ini," Saya tidak puas dan akan tetap maju, namun tetap menunggu sikap dari Pemkot Pangkalpinang untuk langkah selanjutnya," Tutupnya. (12c)